Juventus

  • Porto Siap Hadapi Juventus

    Undian babak 16 besar Liga Champions telah selesai. Juara-juara grup telah dipertemukan oleh runner up masing-masing grup. Arsenal kembali berjodoh dengan Bayern Munich di fase gugur. Begitu pula dengan Paris Saint Germain yang lagi-lagi harus melewati hadangan raksasa Spanyol Barcelona. Namun, satu laga yang juga tak kalah menariknya di fase 16 besar, dimana Porto akan menghadapi Juventus.

    Porto vs Juventus
    Porto akan bersua dengan Juventus di babak 16 besar Liga Champions

    Pertemuan kedua klub tersebut mengulang pada edisi 2001/2002. Dimana pada musim itu, Porto tergabung bersama Juventus, Rosenberg dan Celtic dalam satu blok di babak pertama penyisihan grup.

    Pada pertemuan pertama kedua klub yang terjadi pada tanggal 10 Oktober 2001, pertandingan berakhir dengan skor 0-0. Kala itu, raksasa Portugal terlebih dahulu bertindak sebagai tuan rumah, lantaran bermain di Estádio Do Dragão. Namun, di depan para pendukungnya sendiri, Portistas tak mampu mengalahkan tamunya tersebut.

    Sementara pada laga kedua yang dihelat di Juventus Stadium, Porto mampu terlebih dahulu unggul 0-1 berkat gol dari Clayton Ferreira Cruz. Tetapi, kubu tuan rumah yang bermain di depan para fansnya sendiri, mampu mengembalikkan keadaan menjadi 3-1, berkat gol yang dicetak oleh Paolo Montero, sang striker andalan David Trezeguet dan kapten tim Alessandro Del Piero. Skor tersebut bertahan hingga akhir laga.

    Berkat kemenangan pada laga yang dilangsungkan pada tanggal 23 Oktober 2001 tersebut, si Nyonya Tua sukses menjadi jawara grup E dan lolos ke tahap selanjutnya. Tetapi, di fase grup kedua, I Bianconeri harus tandas, lantaran tak mampu bersaing dengan Deportivo La Coruna dan Bayer Leverkusen.

    Nuno: Mari Kita Melangkah Lebih Jauh

    Pelatih Porto, Nuno Espírito Santo mengungkapkan bahwa saatnya untuk melangkah lebih jauh. “Kami siap untuk menghadapi tim manapun, termask mereka (Juventus),” ujar Nuno.

    Nuno Espírito Santo
    Nuno Espírito Santo optimis mampu lewati hadangan Juventus

    Mantan manajer Valencia tersebut menambahkan, bahwa hadangan Juventus, siap untuk kita lewati dan kembali ke masa kejayaan. “Kurasa kami yakin mampu melewati Juve. Walaupun mereka sangat perkasa di liga Italia. Tetapi, kami bukanlah tim kecil. Jadi, kami yakin mampu mengalahkannya,” tutup pelatih asal Portugal tersebut.

    Iker Casillas vs Gianluigi Buffon

    Laga antara Porto melawan Juventus juga akan menyajikan duel antara kedua kiper kelas dunia. Ini adalah pertemuan yang sudah kesekian kalinya bagi kedua kiper, baik di ajang internasional maupun klub.

    Iker Casillas vs Gianluigi Buffon
    Iker Casillas akan kembali bertemu dengan Gianluigi Buffon

    Gianluigi Buffon kerapkali harus kembali berhadapan dengan Iker Casillas, sejak kiper asal Spanyol tersebut masih berseragam Real Madrid. Dimana pertemuan mereka tersaji dalam laga semifinal Liga Champions musm 2002/2003. Dalam laga tersebut, si Nyonya Tua berhasil mengalahkan El Real dengan agregat 4-3.

    Di fase kualifikasi 16 besar, kedua kiper kembali bertemu. Lagi-lagi, kiper Italia keluar sebagai pemenang, lantaran agregat akhir 2-1 untuk keunggulan timnya. Pada fase grup pun, mereka juga dipertemukan kembali. Terakhir, pada tahun 2014/2015, dimana Juventus masih sangat perkasa dan berhasil melewati hadangan Los Blancos di babak semifinal dengan agregat 3-2.

    Tak hanya di level klub saja, kedua kiper kelas dunia bertemu. Tetapi juga saat masing-masing kiper membela negaranya sendiri di kancah internasional. Buffon bersama timnas Italia dan Casillas berseragam timnas Spanyol. Tercatat, sebanyak tiga kali mereka bersua. Diantaranya saat EURO 2008, EURO di tahun berikutnya yakni 2012 dan terakhir di kejuaraan Piala Konfederasi 2013.

    Walaupun kedua kiper dicap sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di dunia. Pertemuan keduanya tidak pernah bernuansa negatif. Justru saling respect satu sama lain.

    Namun kini, walaupun Casillas tidak lagi menjadi kiper di klub yang Ia bela sejak usia muda. Namun pertemuan keduanya akan sangat menarik untuk dinantikan.

  • Juventus vs Roma, Kokohkah Puncak Klasemen

    Juventus akan menghadapi ujian sesungguhnya dalam lanjutan giornata 17 Serie A kala menjamu tamunya di Juventus Stadium, yakni AS Roma. Pertandingan tersebut akan dimulai pada pukul 02.45 WIB tanggal 18 Desember 2016. Sekarang saatnya yang tepat untuk si Nyonya Tua memperkokoh posisinya puncak klasemen.

    Juventus vs AS Roma
    Juventus vs AS Roma akan menghiasi giornata ke 17 Serie A

    Hingga pekan ke 16, i Bianconeri masih berada di puncak klasemen dengan sukses mengumpulkan angka sebanyak 39 poin. Dengan rincian, meraih kemenangan sebanyak 13 laga dan belum pernah berakhir dengan skor imbang serta tentu tiga hasil sisanya harus menelan pil pahit. Tiga kekalahan tersebut dirasakan ketika berhadapan dengan Internazionale pada pekan ke empat, AC Milan dengan skor 1-0 pada giornata ke sembilan dan secara mengejutkan Genoa memperlakukan Juve dengan kedudukan akhir 3-1.

    Sementara sang lawan, Serigala Ibukota sejauh ini berada di urutan kedua dalam tabel klasemen sementara dengan perolehan 35 poin, atau berjarak empat poin dari musuh yang akan dihadapi nantinya. Dari 16 laga yang telah dilakoni sejauh ini, Roma membukukan 11 kali kemenangan, hasil imbang sebanyak dua kali dan tiga kali meraih kekalahan. Atalanta pada pekan ke 13 mampu mengalahkan De Rossi CS, dan dua kekalahan diberikan oleh Torino di pekan ke 6 serta giornata 4 oleh Fiorentina.

    Tentu kedua klub akan sama-sama mengincar kemenangan. Apabila Juventus mampu keluar sebagai pemenang, maka Buffon CS akan semakin nyaman duduk puncak klasemen dan semakin memperlebar jarak dari para pesaing terdekatnya. Jika sebaliknya, AS Roma yang sukses mempermalukan sang tuan rumah, tentu akan memperkecil jarak menjadi hanya satu angka saja. Sehingga memanaskan pertarungan Scudetto musim ini.

    Catatan 5 Laga Terakhir Juventus vs AS Roma

    Laga antara Juventus melawan AS Roma pada akhir pekan nanti akan menghiasi Serie A girnota ke 17. Nyonya Tua tentu mengincar kemenangan demi memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen. Tetapi, Serigala Ibukota juga akan berusaha untuk meraih poin sempurna di Juventus Stadium, supaya menempel ketat sang lawan di posisi teratas.

    Juventus vs AS Roma
    Juventus lebih unggul dalam lima pertemuan melawan AS Roma

    Berdasarkan catatan dari lima pertemuan terakhir, Juventus meraih tiga kemenangan, sedangkan Roma hanya mampu memenangkan satu pertandingan saja. Satu laga sisanya, harus berakhir dengan skor yang sama kuat.

    Pertemuan pada hari Minggu dinihari mendatang, merupakan pertemuan kedua. Dimana pada awal tahun baru 2016, mereka dipertemukan dalam lanjutan grande partita Serie A. Gol tunggal Paulo Dybala cukup mengantarkan timnya meraup poin sempurna di hadapan para supporternya sendiri.

    i Giallorossi terakhir kalinya mampu mengalahkan Juventus pada laga kedua Seria A musim lalu dengan skor tipis, 2-1 di Stadio Olimpico. Gol tuan rumah yang diciptakan oleh Edin Dzeko dan Miralem Pjanic, hanya mampu dibalas oleh Paulo Dybala.

    Adu Strategi Duo Pelatih Italia

    Laga antara Juventus melawan AS Roma tak hanya tentang klub penuh sejarah, tetapi juga kedua manajer yang sama-sama berasal dari Italia. Pelatih Nyonya Tua, Massimiliano Allegri akan menurunkan skuat terbaik yang dimilikinya, tentu agar hasil akhir mampu meraih kemenangan. Begitu pula dengan pelatih Serigala Ibukota, Luciano Spalleti yang juga mengandalkan para pemain dengan kualitas terbaik, demi membawa pulang poin sempurna.

    Juventus Stadium
    laga antara Juventus vs AS Roma akan dihelat di Juventus Stadium

    Allegri kembali menerapkan tiga striker yang akan diperankan oleh Gonzalo Higuain, Mario Mandzukic dan Cuadrado dalam formasi 4-3-3. Sami Khedira, Marchisio dan Sturaro akan berbagi peran di lini tengah permainan. Keempat pemain yang berperan untuk menjaga lini pertahanan, yakni Lichtsteiner, Rugani, Chiellini dan Sandro. Sang kapten, Buffon berjaga dibawah mistar gawang.

    Spaletti memerankan Edin Dzeko sebagai ujung tombak, yang akan dibantu oleh Perotti, Nainggolan dan Bruno Peres dalam format 4-2-3-1. Dua gelandang jangkar diisi oleh De Rossi, Strootman. Lini pertahanan, Fazio berpasangan dengan Manolas dan Emerson serta Rudiger. Szczesny tetap menjadi pilihan utama penjaga gawang.